>>Seorang wanita cantik jelita sedang mengendarai mobil
>>sportnya di jalanan perdesaan, ketika terjadi sesuatu
>>dengan mesin mobil itu dan mobil itu mendadak berhenti.
>>Sampai matahari condong ke barat, ia tak berhasil
>>menemukan penyebab kerusakan mesin mobil itu.
>>Tapi untunglah tak jauh dari sana ada sebuah rumah.
>>Ia berjalan ke rumah itu dan mengetuk pintunya. Ketika
>>si petani pemilik rumah muncul, si wanita berkata,
>>"Pak, mobil saya rusak, dan ini hari libur. Saya tak
>>tahu lagi harus berbuat apa. Bolehkah saya bermalam di
>>sini, dan besok pagi pergi mencari montir ?"
>>"Hmm," kata si petani, "Kau boleh saja bermalam di sini.
>>Saya tak keberatan. Tapi hanya satu permintaan saya,
>>jangan coba-coba mengganggu puteraku Jed dan Luke."
>>Di halaman belakang rumah itu si wanita memang melihat
>>ada dua pemuda, yang kalau dilihat dari penampilannya,
>>mungkin berusia sekitar dua puluhan.
>>"Baiklah", kata si wanita.
>>Setelah masuk ke kamarnya si wanita tak kunjung tertidur.
>>Pikirannya terus terbayang kepada dua pemuda gagah yang
>>dilihatnya di belakang rumah itu. Dan ia mulai merasakan
>>sesuatu keinginan yang aneh muncul di dalam hatinya.
>>Begitulah, dengan mengendap-endap ia masuk ke kamar
>>kedua pemuda itu, lalu katanya berbisik, "Hei bagaimana
>>kalau kepada kalian kuajarkan suatu adat dunia ini ?"
>>"Eh-eh-eh," kata kedua pemuda itu bingung, ragu dan malu.
>>Lalu kata wanita itu lagi, "Hanya, saya tak mau hamil.
>>Karena itu sebelumnya kalian harus lebih dahulu memakai
>>karet ini."
>>Kedua pemuda itu dibantunya memasang karet itu. Dan begitulah,
>>ketiganya menikmati malam yang dingin itu dengan baik.
>>Empat puluh tahun kemudian, Jed dan Luke sedang duduk-
>>duduk di kursi goyang di beranda rumah mereka.
>>Jed berkata, "Luke.." "Ada apa Jed", sahut Luke.
>>"Kau ingat 'kan wanita cantik jelita yang datang kemari
>>empat puluh tahun yang lalu dan mengajarakan kita tentang
>>adat dunia ini ?"
>>"Ya, ya, saya masih ingat," kata Luke.
>>"Hmm, apakah kau masih takut kalau ia hamil ?"
>>"Tidak, tidak. Saya sudah tidak takut dan tidak perduli
>>lagi apakah ia hamil atau tidak."
>>"Saya pun sudah tidak takut lagi," kata Jed. "Kalau
>>begitu, marilah kita lepas karet yang dipasangkannya itu."
-------------------------------------------------------------------
kkkkkkkkkkkkkkkk.....
BalasHapuswww.ngakak.com
mantap..